Vaksinasi Covid-19 Diragukan Kalangan Terdidik, Penyintas: Kasih Sanksi Saja

Adrian | Editor - Selasa, 4 Mei 2021, 12:39 WIB

dr Farhaan Abdulah setelah sembuh covid-19, tetap.berjaga dengan tabungan oksigen mini, siapa bilamg peyintas tidak bisa kembali positif, Selasa 4 Mei 2021.dr Farhaan Abdulah setelah sembuh covid-19, tetap.berjaga dengan tabungan oksigen mini, siapa bilamg peyintas tidak bisa kembali positif, Selasa 4 Mei 2021./doc

FIXPADANG.COM -- Program nasional vaksinasi covid-19 sepetinya mandeg di lapangan, bahkan di elemen publik intelektual vaksin covid-19 tak dipercayai oleh kalangan intelektual negeri.

"Kalau level dosen atau kaum terdidik sendiri tidak percaya juga  divaksin, harusnya pimpinan di univeristas memberikan sanksi tegas," ujar Penyintas Covid-19 sekaligus dokter spesialis THT dr. Kol (Purn) Farhaan Abdullah, Selasa 4 Mei 2021 di Padang.

Selain itu kata Farhaan harus ada lintas fakultas ( sosiologi, kedokteran, kesehatan masyarakat) untuk melakukan edukasi khusus.

"Jika perlu diberikan reward and punishment kepada mereka-mereka itu,"Farhaan Abdullah.

Farhaan yang kini pimpinan sebuah rumah sakit di Pariaman telah mempraktekan prasyarat vaksin dan percaya covid-19 kepada calon stafnya.

"Kemaren kita rekrut dokter umum dan perawat. Saya lihat nilai IP-nya, pengalaman kerja oke. Hanya 2 pertanyaan dari saya, yakni 1. anda kalau divaksin mau?  2 ) anda kalau saya tugas kan di ruanh rawat inap covid bersedia ?. Kalau dijawabnya tidak, ya anda nunggu panggilan berikutnya saja,"ujar Farhaan yang dikenal sebagai swaber (pengambil sampel swab) 6000 di Sumbar.

Bahakan penyintas covid-19.terus bersuara nyaring merahkan kuping pihak terkiat penangan covid-19. Farhaan untuk suara nyaring dan nyinyir memanfaatkan whatsapp group seperti  TOP100, Kawal Covid-19 Sumbar atau Satgas Covid-19 Sumbar untuk suarakan soal madar-nya (abaimya) masyarakat dan dibiarkan prilaku tak patuh Prokes oleh penguasa di daerah.

"Saya saja di tempat  kerja sekarang,  4 orang tenaga kesehatan tidak mau divaksin saya rumahkan ganti dengan pengawai baru," ujarnya.

Editor: Adrian

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi