Uji Coba Rudal Medorong Korea Utara ke Puncak Asing Joe Biden

Romelt - Jumat, 26 Maret 2021, 9:29 WIB

Bendera Korea Utara berkibar di samping kawat concertina di kedutaan Korea Utara di Kuala Lumpur, Malaysia, 9 Maret 2017. REUTERS / Edgar SuBendera Korea Utara berkibar di samping kawat concertina di kedutaan Korea Utara di Kuala Lumpur, Malaysia, 9 Maret 2017. REUTERS / Edgar Su/reuters

FIXPADANG-KCNA menyebutkan uji coba pada Kamis 25 Maret 2021 mengonfirmasi kemampuan rudal untuk melakukan "mode penerbangan tipe lompatan luncur ketinggian rendah," sebuah fitur yang membuat senjata semacam itu lebih sulit untuk dideteksi dan ditembak jatuh.

RESPON TERUKUR

Komite sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa Korea Utara akan bertemu pada hari Jumat 26 Maret untuk membahas uji coba rudal, atas permintaan Amerika Serikat.

Langkah tersebut menunjukkan tanggapan yang terukur oleh pemerintahan Biden, karena komite sanksi terdiri dari diplomat tingkat rendah dari 15 anggota dewan, daripada dewan tingkat duta besar yang bersidang atas permintaan beberapa negara Eropa setelah Korea Utara menembakkan rudal balistik tahun lalu.

Sementara menolak tawaran Amerika, Korea Utara juga menggunakan bahasa yang terukur, bersikeras bahwa mereka hanya akan kembali ke pembicaraan jika Amerika Serikat mencabut kebijakan permusuhan.

Analis mencatat bahwa pemimpin Kim Jong Un tampaknya tidak menghadiri uji coba rudal Kamis, dengan media pemerintah malah menunjukkan foto tak bertanggal dia sedang memeriksa bus penumpang baru di Pyongyang.

Kim telah berjanji untuk mencoba meningkatkan kondisi kehidupan warga negara karena ekonomi Korea Utara dirusak oleh berbagai krisis, termasuk sanksi internasional atas program rudal dan senjata nuklir, bencana alam, dan penguncian perbatasan yang diberlakukan sendiri yang memperlambat perdagangan hingga menetes masuk. upaya pencegahan berjangkitnya virus corona.(*)

Editor: Romelt

Sumber: Reuters

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot