Penasaran dengan Kuburan 'Membuncit', Ups Ternyata Tidak Akibat Gejala Biasa Loh...

Adrian | Editor - Selasa, 6 April 2021, 10:37 WIB

Kuburan meninggi dikupas ahli di chanel youtube ternyata tidak.gejala alam biasa, Selasa 6 April 2021.Kuburan meninggi dikupas ahli di chanel youtube ternyata tidak.gejala alam biasa, Selasa 6 April 2021./agus

FIXPADANG -- Heboh, viral bahkan mulai menjurus ke syirik, karena mulai terkenal dengan 'Kuburan Keramat'.

Ups ternyata Kuburan Keramat yang membuncit (tanah menggunduk/ meninggi,red) tidak gejala alam biasa loh.

Mister M yang dalam dunia kepakaran kebencanaan UNP dikenal dengan Prof Dr Dedi Hermon mengupasnya di  chanel youtube Profesor TV

"Terjadinya fenomena kuburan yang meninggi itu di Sungai Asam, Kecamatan 2×11 Enam Lingkung, bukan gejala alam biasa," ujarnya Mister M saat di wawancarai  Erianjoni dari Profesor TV, Selasa 6 April 2021.

Apakah Gejala Diapir?

Dedi Hermon kepada media ini, mengatakan dia tidak menemukan tanda tanda adanya aktifitas gas bumi di lokasi tersebut, hal ini diperkuat karena lokasi tersebut bukan kawasan yang terpengaruh dari aktifitas gunung Tandikat, Singgalang, maupun Marapi. 

"Selain itu, lokasi tersebut bukan pula kawasan pengendapan, tapi kawasan yang tanahnya terbentuk akibat pelapukan batuan induk di bawahnya. Sehingga, peninggian tanah di atas kuburan akibat gejala dari gas bumi tidak mungkin terjadi," ujarnya.

Apalagi kata Mister W di lokasi kuburan tidak ada material fluida yang dikeluarkan, dan tidak ditemui sedikitpun saluran gas ke permukaan. Kalau akibat aktifitas gas bumi, pasti ada saluran yang keluar ke permukaan.

Mister W mengatakan tentanh gejala diapir-kah, yaitu gejala geologi, di mana batuan yang berdensitas rendah menerobos batuan berdensitas tinggi, terobosan ini vertikal ke permukaan akibat adanya desakan atau tekanan dari energi magma atau bumi di bawahnya.

Editor: Adrian

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi

terpopuler
sorot