Pemerintah Jepang, Peluncuran Rudal Balistik Korea Utara Ancam Perdamaian

Romelt - Kamis, 25 Maret 2021, 9:00 WIB

Teks Foto:Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berpidato di kursus singkat pertama untuk sekretaris kepala komite Partai kota dan kabupaten di Pyongyang, Korea Utara, dalam foto tak bertanggal yang dirilis 7 Maret 2021 oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara. KCNA melalui REUTERSTeks Foto:Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berpidato di kursus singkat pertama untuk sekretaris kepala komite Partai kota dan kabupaten di Pyongyang, Korea Utara, dalam foto tak bertanggal yang dirilis 7 Maret 2021 oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara. KCNA melalui REUTERS/Reuter

FIXPADANG.COM-Korea Utara kembali meluncurkan dua rudal balistik ke laut dekat Jepang pada  Kamis 25 Maret 2021, kata perdana menteri Jepang, ini akan memicu ketegangan menjelang Olimpiade Tokyo dan meningkatkan tekanan pada pemerintahan baru Biden di Washington.

Rudal balistik Korea Utara dilarang di bawah Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa , dan jika peluncuran tersebut dikonfirmasi, itu akan menjadi tantangan baru bagi upaya Presiden Joe Biden untuk terlibat dengan Pyongyang, yang sejauh ini ditolak.

Dikutip dri Reuters, Pemerintah Jepang mengatakan rudal itu terbang sekitar 450 km (280 mil) dan mendarat di luar zona ekonomi eksklusif Jepang.

"Peluncuran pertama hanya dalam waktu kurang dari satu tahun merupakan ancaman bagi perdamaian dan stabilitas di Jepang dan kawasan serta melanggar resolusi PBB," kata Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga dalam komentar yang disiarkan oleh penyiar publik NHK.

Baca juga: Riba Crisis Center Laporkan Dugaan Tindak Pidana Merek ke Polresta Padang

Baca juga: Pelajar SD Terseret Arus Sungai, Hingga Senja Ini Belum Ditemukan

Jepang akan menjadi tuan rumah Olimpiade yang tertunda dan terkena pandemi dalam waktu kurang dari empat bulan. Suga mengatakan dia akan memastikan Olimpiade yang aman dan terjamin dan "membahas secara menyeluruh" masalah Korea Utara termasuk peluncuran dengan Biden selama kunjungannya ke Washington bulan depan.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan sebelumnya melaporkan setidaknya dua "proyektil tak dikenal" ditembakkan ke dalam laut antara semenanjung Korea dan Jepang dari Provinsi Hamgyong Selatan Korea Utara di pantai timur.

Editor: Romelt

Sumber: Reuters

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot