Ngeriii....Sumbar Daerah Merah Narkoba

Adrian | Editor - Rabu, 31 Maret 2021, 21:43 WIB

Kepala BNN Provinsi Sumbar pada  P4GN di DPRD sebut Sumbar masih daerah merah peredaran Narkoba, Rabu 31 Maret 2021. (***)Kepala BNN Provinsi Sumbar pada P4GN di DPRD sebut Sumbar masih daerah merah peredaran Narkoba, Rabu 31 Maret 2021. (***)

FIXPADANG---Keariafan lokal dan kuatnya nilai adat serta agama di Sumbar, tampaknya belum mangkus menekan angka kejahatan Narkoba.

Kepala BNN Provinsi Sumbar Brigjen Pol Khasril Arifin Chaniago mengatakan Sumbar masih termasuk daerah "merah" narkoba.

"Angka pengguna Narkoba hingga saat ini tinggi. Untuk itu perlu penanganan serius dalam pemberantasan narkoba."ujar Brigjen Khasrif, Rabu 31 Maret 2021 di Padang.

Sementara , BNNP Sumbar sendiri kata Khasrif terkendala sarana dan prasarana dalam upaya pencegahan dan pemberantasan Narkoba.

Brigjen Pol Khasrif menyatakan itu dalam pelaksanaan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di DPRD Sumbar.

Khasrif mengatakan, Sumbar kini menjadi daerah perlintasan bagi pengedar Narkoba. Pintu masuknya jelas dan sudah terpetakan.

"Untuk ganja, masuknya dari Pasaman, ganja ini dibawa dari Aceh, Medan, dan masuk ke Sumbar melalui Pasaman. Yakni lewat jalan darat. Sedangkan untuk sabu dan ekstasi terpantau masuk dari Pekanbaru, Riau melalui Kabupaten Limapuluh Kota," ujarnya. 

Brigjen Pol Khasrif Arifin Chaniago mengharapkan BNNK yang berada di daerah perbatasan, Pasaman dan Limapuluh Kota lebih meningkatkan kesiagannya. Termasuk dalam upaya menangkap pelaku pengguna atau pengedarnya.

"Data nasional tak ada desa yang bebas dari Narkoba. Ini artinya juga masuk nagari dan desa di Sumbar. Apalagi Presiden Joko Widodo sudah menyatakan perang melawan Narkoba,"ujarnya.

Editor: Adrian

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi