Masyarakat Kampus dan Vaksin

Adrian | Editor - Selasa, 4 Mei 2021, 9:04 WIB

Prof ElfindriProf Elfindri/doc

Oleh : Prof Elfindri

MEMANG belum ada data yang ungkap seberapa besar penolakan akan vaksin di dunia pergurun tinggi (PT), di mana masyarakatnya relatifterdidik.

Tapi memang dalam kenyataan ada penolakan. Di kampus sedikit yang divaksin bisa jadi karena beberapa hal:

1. Tidak percaya dengan keampuhan vaksin yang ada beredar saat ini. Kalau 60 persen efetifitasnya secara ilmu tentu hasil pengujian ilmiah tidak sahih. 

2. Bisa jadi vaksin memang belum banyak tersedia atau belum menjangkau.

3. Atau orang kampus banyak yang positif covid-19 menunggu selesai 3 bulan.

Data di Eropa terlihat ada penurunan sekitar 20-25 persen masyarakat menolak vaksin di Jerman dan Perancis. Jumlah yang sama di Italia antara yang akan divaksin dengan target vaksin. Hanya spanyol yang meningkat antara target vaksin dengan keinginan nasyarakat untuk divaksin melebihi target.

Pemberitaan media sosial dan media massa yang habis vaksin, positif covid-19 memang bisa membuat "refusal rate" akan vaksin berpotensi menaik. Apalagi mereka yang juga sudah ada bibit ketidakpercayaan akan kehadiran covid-19.

Editor: Adrian

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi