Kuota Haji Indonesia Belum Pasti dari Kerajaan Saudi, Guspardi Gaus: Presiden Jokowi Harus Turun Tangan

Romelt - Kamis, 3 Juni 2021, 8:51 WIB

Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus (foto-dok-Ist)Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus (foto-dok-Ist)

FIXPADANG.COM-Polemik kuota pelaksanaan Ibadah Haji 2021 masih belum mendapat kepastian dari pemerintah Arab Saudi di karenakan masalah vaksin Sinovac belum diakui oleh World Health Organization (WHO).

"Kerajaan Arab Saudi, belum meberikan izin bagi Warga Negara Indonesia (WNI)  atau calon jemaah haji yang masuk ke negaranya karena masalah vaksin Sinovac tidak memiliki sertifikat dari WHO. Sementara itu, yang diakui kerajaan Arab Saudi hanya mengakui vaksin Pfizer, Johnson&Johnson, Moderna dan Astrazeneca" ujar Guspardi Gaus, pada Kamis 3 Juni 2021.

Guspardi Gaus mempertanyakan, Kenapa pemerintah tidak mengambil opsi untk menggunakan vaksin Astrazeneca kepada calon jemaah haji Indonesia, agar memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi. Tetapi semua itu harus mendapatkan pertimbangan dari para ahli dan berkoordinasi dengan  BPOM dan Kemenkes. Apakah bagi mereka boleh diberi vaksin Astrazeneca meski telah  melakuan vaksin Sinovac.

Baca juga: Menag RI 'Tarabo' WNI Belum Dapat Izin Masuk ke Saudi

"Harusnya,  pemerintah Indonesia harus mendesak negara produsen Sinovac untuk mengurus sertifikasinya ke WHO. Mengingat waktu pelaksaan ibadah haji yamg kurang lebih 1,5 bulan lagi," terang Guspardi Gaus.

Lebih lanjut, Gupardi berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat turun tangan langsung melakukan lobi kepada Raja Arab Saudi untuk memastikan calon haji Indonesia bisa berangkat ke Tanah Suci. Apalagi pemerintah Arab Saudi tahun ini hanya mengalokasikan hanya  65 ribu kouta untuk seluruh jamaah haji di dunia, pungkas anggota Komisi II DPR RI tersebut.

Baca juga: Jangan Abai Prokes, Jasman Rizal : Alhamdulillah, 40.240 Orang Sembuh Sejak Pandemi Covid-19

Sebelumnya, di informasikan  bahwa  ada 11 negara yang sudah mendapat kuota haji dari Arab Saudi. Sayangnya, Indonesia bukan salah satunya. 

Editor: Romelt

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler

sorot