Kunjungan Spesifik ke PGN dan Pertamina, Nevi Zuairina: Perlu Masterplan yang Terintegrasi Antar BUMN Energi

Romelt - Senin, 31 Mei 2021, 17:38 WIB

Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina (foto-dok)Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina (foto-dok)

FIXPADANG.COM- Anggota DPR RI Komisi VI, Hj. Nevi Zuairina  pada saat kunjungan kerja Komisi VI DPR ke propinsi Jawa Timur dalam rangka pertemuan dengan PT Pertamina dan PT PGN meminta ada integrasi antar BUMN Energi dalam melayani kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia.

Legislator perempuan asal Sumatera Barat II ini menyoroti kebutuhan dasar masyarakat dalam rumah tangganya yakni persoalan pengolahan makanan di dapur. Pertamina (elpiji), PLN (kompor induksi listrik) dan PGN (jaringan gas) dapat optimal memenuhi kebutuhan masyarakat dengan merata dan harga terjangkau untuk seluruh lapisan masyarakat.

"Untuk Saat ini, PGN dapat fokus membangun jaringan gas di seluruh pulau Jawa terlebih dahulu dengan pertimbangan besarnya biaya investasi. Secara bersamaan. Harus ada sinkronisasi perencanaan penyediaan LPG dan konversi Kompor Induksi sehingga tercipta masterplan yang jelan dan terintegrasi antar BUMN Energi dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat sehari-hari", pinta Nevi.

Baca juga: Awas Ledakan Covid-19, Andani : Segera Aktifkann Rumah Isolasi di Nagari

Politisi PKS ini menyoroti Proyek strategis nasional yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.

Proyek JTB (Jambaran-Tiung Biru) yang dioperatori PT Pertamina EP Cepu akan memproduksi gas siap jual sebesar 172 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd). Gas tersebut akan dikirim melewati saluran pipa gas sepanjang 11,5 km kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melalui saluran pipa gas PT Pertamina Gas. 

Baca juga: Gubernur Sumbar dan Danlantamal II Launching Vlog Contest Prokes Covid-19

"Jaringan gas khusus pulau jawa ini dapat menjadi prioritas awal. Sehingga di luar pulau jawa dapat dominan untuk konsumsi LPG. Sedangkan penggunaan kompor induksi dapat merata seluruh Indonesia sesuai biaya termurah yang dapat di capai untuk konsumsi rumah tangga. Sehingga ada diversifikasi penggunaan energi yang akan memenuhi kebutuhan yang merata seluruh rakyat Indonesia", jelas Nevi.

Editor: Romelt

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot