Jurnalis Alami Kekerasan, 46 OMS, Tokoh Publik Keluarkan Petisi Bersama

Adrian | Editor - Minggu, 28 Maret 2021, 18:24 WIB

Petisi Bersama OMS, Tokoh Publik dan Akademisi pun lahir Minggu 28 Maret 2021, sehari usai kekerasan jurnalis di Surabaya.Petisi Bersama OMS, Tokoh Publik dan Akademisi pun lahir Minggu 28 Maret 2021, sehari usai kekerasan jurnalis di Surabaya./AJI

FIXPADANG--46 Oganisasi Masyarakat Sipil, (OMS), Tokoh Publk dan Akademisi keluarkan petisi bersama mengutuk penganiayaan jurnalis Tempo. Para penandatangan petisi mendesak pengusutan tuntas  dan hukum para pelakunya.

Petisi Bersama itu terbit setelah peristiwa penganiayaan dialami oleh jurnalis Tempo, Nurhadi, Sabtu 27 Maret 2021. Para penandatangan petisi bersama mengatakan kekerasan kepada Nurhadi adalah serangan terhadap kebebasan pers.

Tidak hanya itu, bahkan, tindakan keji itu juga melanggar KUHP serta Undang Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Maka dari itu, kalangan masyarakat sipil, tokoh masyarakat, dan para akademisi mengutuk keras aksi kekerasan tersebut dan menuntut semua pelakunya diadili serta dijatuhi hukuman sesuai hukum yang berlaku.  

Mengutip dari pernyataan resmi Tempo dan Aliansi Anti Kekerasan Terhadap Jurnalis, kekerasan yang menimpa Nurhadi terjadi ketika dia menjalankan penugasan dari redaksi Majalah Tempo untuk meminta konfirmasi kepada mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji. Komisi Pemberantasan Korupsi sudah menyatakan Angin sebagai tersangka dalam kasus suap pajak.  

Penganiayaan terjadi ketika sejumlah orang mencurigai Nurhadi yang berada di sekitar lokasi yaitu di Gedung Graha Samudera Bumimoro (GSB) di kompleks Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan laut (Kodiklatal) Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu 27 Maret 2021 malam yang mana saat itu sedang ada acara resepsi pernikahan anak dari Angin Prayitno Aji.

Meski sudah menjelaskan statusnya sebagai wartawan Tempo yang sedang menjalankan tugas jurnalistik, mereka tetap merampas telepon genggam Nurhadi dan memaksa untuk memeriksa isinya. Nurhadi juga ditampar, dipiting, dipukul di beberapa bagian tubuhnya. Untuk memastikan Nurhadi tidak melaporkan hasil reportasenya, dia juga ditahan selama dua jam di sebuah hotel di Surabaya. 

Kekerasan ini merupakan tindak pidana yang melanggar setidaknya dua aturan yakni pasal 170 KUHP mengenai penggunaan kekerasan secara bersama-sama terhadap orang atau barang, dan pasal 18 ayat (1) UU Pers tentang tindakan yang menghambat atau menghalangi kegiatan jurnalistik.

Ancaman hukuman untuk pelanggaran ini adalah seberat-beratnya lima tahun enam bulan penjara. 

"Atas peristiwa ini, kami bersama mendesak agar: 

Editor: Adrian

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi

terpopuler
sorot