765 Hektar Tanah di Empat Kelurahan di Padang Sah Milik Kaum Maboet

Adrian - Kamis, 25 Maret 2021, 19:29 WIB

Mamak Kepaal Waris Kaum.Mabet yang baru M Yusuf melalui pengecaranya Putri Deyesi pastikan 975 hektar.tanah di kecamatan Koto.Tangah sah secara hukum milik kaum Maboet, Kamis 25 Maret 2021. (***)Mamak Kepaal Waris Kaum.Mabet yang baru M Yusuf melalui pengecaranya Putri Deyesi pastikan 975 hektar.tanah di kecamatan Koto.Tangah sah secara hukum milik kaum Maboet, Kamis 25 Maret 2021. (***)/adrian

FIXPADANG---Ingat soal tanah seluas 765 hektar berada di empat kelurahan di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, sempat heboh hingga Mamak Kepala Waris meninggal dunia, kisruh lahan seluas itu mereda.

Tapi meninggalnya Mamak Kepala Waris (MKW) Lehar,  Kaum Maboet Suku Sikumbang kini punya MKE yaitu  M Yusuf, sebagai MKW Kaum Maboet yang baru M Yusuf kembali menegaskan, bahwa tanah seluas 765 hektar yang terletak di kelurahan Air Pacah, Dadok Tunggul Hitam, Koto Panjang Ikur Koto dan Bungo Pasang, kecamatan Koto Tangah tersebut adalah milik Kaum Maboet.

Pernyataan pemilik sah tanah 765 hektar itu disampaikan Putri Deyesi Rizki, SH, Kuasa Hukum Kaum Maboet dari Kantor Hukum Inspirate saat mendampingi MKW M Yusuf pada jumpa pers di Kantor Kaum Maboet di Ulak Karang, Padang, Kamis, 25 Maret 2021

"Dasar tanah itu sah secara hukum milik klirn kami adalah, Putusan Landraad Nomor 90 Tahun 1931 tentang Perkara Perdata antara Naanloze Vennootschap Exploitatie melawan Maboet dan Oesoe, yang dimenangkan oleh Maboet dan Oesoe,"ujar PutrinDeyesi.

Pada putusan Landraad tersebut dinyatakan, bahwa tanah-tanah yang dikuasai tergugat, dalam hal ini Maboet dan Oesoe, sesuai Surat Ukur Nomor 30 Tahun 1917, adalah tanah ulayat atau tanah adat yang juga diakui Pemerintah Hindia Belanda, sehingga harus dikeluarkan dari Eigendom Vervonding 1794.

Putri Deyesi Rizki yang akrab disapa Esy ini menambahkan, tanggal 2 Desember 1982, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Padang mengeluarkan Penetapan Sita Tahan atas objek sengketa tersebut atas permohonan eksekusi Jinun MKW Kaum Maboet dan Oesoe, yaitu untuk mengantisipasi apakah ada pihak lain yang keberatan.

"Pada 15 Desember 1982, PN Padang meletakan Sita, dan berdasarkan Berita Acara Penyitaan tanggal 15 Desember 1982 tersebut menegaskan, bahwa objek sengketa terletak di empat kelurahan, yaitu di kelurahan Air Pacah, Dadok Tunggul Hitam, Koto Panjang Ikur Koto dan Bungo Padang, kecamatan Koto Tangah, kota Padang sesuai Gambar Situasi yang dibuat oleh Erwandi Pegawai BPN Kota Padang dengan Peta Lokasi sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Penyitaan," terangnya.

Pada 4 Juli 1983, PN Padang melaksanakan eksekusi, dan berdasarkan Berita Acara Eksekusi tanggal 4 Juli 1983, BPN Kota Padang diperintahkan mengeluarkan tanah ulayat yang dikuasai Kaum Maboet dan Oesoe dari Eigendom Vervonding 1794.

Editor: Adrian

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi